Gambar disamping tentu tidak asing dimata sebagian warga Indonesia, karena gambar ini merupakan sebuah rekaman gambar peristiwa bom yang terjadi di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (17/7/2009) pagi, beberapa saat setelah terjadi ledakan di hotel JW Marriott dimana jarak antara keduanya hanya beberapa ratus meter. Pelaku aksi teror tersebut jelas seorang yang profesional, seperti Noordin M Top, jaringan Al Qaeda, atau bisa juga jaringan-jaringan teroris baru yang niat dan tujuan dari aksi teror mereka mengakibatkan negara Indonesia mendapat predikat "tidak aman" di mata dunia.Namun apa jadinya jika aksi teror dilakukan oleh seorang bocah yang masih berumur 12 tahun? Bacalah liputan berita di bawah ini:
http://bandung.detik.com/read/2009/07/21/211659/1169023/486/polisi-mengira-pelakunya-profesional
Selasa, 21/07/2009 21:16 WIB
Hotel Sheraton Bandung Diteror Bom
Polisi Mengira Pelakunya Profesional
Andri Haryanto - detikBandung
Bandung - Penangkapan PDF (12), pelaku teror bom di Hotel Sheraton, Jalan H Djuanda, Bandung, mengejutkan anggota kepolisian sendiri. Awalnya polisi mengira pelaku adalah profesional."Kita pikir pelakunya profesional," kata Kapolwiltabes Bandung Kombes Pol Imam Budi Supeno kepada wartawan di Aula Mapolwiltabes Bandung, Jalan Merdeka, Selasa (21/7/2009).
Sebelumnya, Kapolwiltabes mengatakan jika pelaku menelepon dengan nada layaknya orang mabuk. "Tapi itulah adanya," ujar Kapolwil.
Imam menambahkan, pelaku diciduk setelah menyelidiki nomor telepon seluler yang digunakan. "Dia tidak mematikan telepon selulernya, bahkan sempat berbicara dengan anggota reskrim," kata Imam.
Di tempat sama, Kasatreskrim Polwiltabes Bandung AKBP Arman Achdiat mengatakan, dirinya pun tak mengira jika pelaku mengalami autis.
"Jam 6 sore saya telepon, dia menjawab jujur kalau dia sedang di warung Aa dekat Hotel Preanger, saya kira pelaku masih dalam keadaan mabuk," ujar Arman.
Hotel Sheraton Bandung menerima ancaman bom pada pukul 08.51 WIB. Ancaman diterima resepsionis hotel melalui telepon. Resepsionis hotel sempat menuturkan bahwa penelepon berbicara seperti orang mabuk. Polisi yang mendapat laporan mengenai ancaman ini langsung menyisir hotel, tetapi tidak ditemukan benda mencurigakan.
No comments:
Post a Comment